REASON (Rea ¢ Sonya)

REASON (Rea ¢ Sonya)

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[CERITA INI MENGANDUNG BAWANG SEPANJANG JALAN KARENA AUTHOR PENGGEMAR CERITA MELOW] Deskripsi: "Sonya," gadis itu menoleh dengan kaget. Suara yang ia kenal dengan baik. Ia pikir tidak akan bertemu lagi, tapi semesta mempermainkan perasaannya lagi. "Rea?" Ucapnya lirih. Laki itu berjalan mendekat dengan nafas terengah-engah. Keringat menetes dari pelipisnya. Sejauh apa dia berlari? Sonya menghela nafas, bertemu dengan Rea kembali, hal yang ia kira tidak akan terjadi. Ia bimbang, namun senyum tipis dari bibirnya tidak bisa berbohong. Sonya senang, Rea di sini. "Kenapa tidak jadi pergi?" tanya Sonya ragu. "Karena kamu tidak ikut." Dan lagi lagi, Rea berhasil mengambil hatinya.
All Rights Reserved
#877
mostwanted
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Choose an Enemy (End)
  • the way you hurt me (ON GOING)
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • DAVARA
  • Daniel Owns Me
  • RAJAWALI
  • 0°Celcius [End]
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • KANARA [COMPLETED]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines