Aku tak menyangka diusiaku yang ke dua puluh tujuh aku sudah memiliki dua orang anak remaja dan suami ya bersahaja.
Aku disini akan menceritakan titik balik menjadi seorang istri dan ibu.
Ngomong ngomong, aku akan memperkenalkan diri secara singkat. Namaku Anyelir, dosen muda di salah satu universitas swasta milik suamiku. Aku cantik, begitu katanya. Maksudku cantik menurut orang orang jawa. Kulitku kuning langsat, pipiku tirus dan aku memiliki lesung pipi. Ya, itu gambaran singkat diriku.
Akan aku ceritakan lagi pada part part dalam cerita ini.
Salam sayang.
Anyelir.
Niatnya ingin cari suami kaya raya, minimal CEO. Atau bos preman galak, tetapi bucin juga boleh. Namun, hidup itu kenyataan.
Dari banyaknya pria di dunia, ada satu yang nekat ingin menghabiskan hidupnya denganku. Namanya Rexi. Ganteng, meski gak putih. Badannya tinggi, angkuh. Sayangnya ... dia gak kaya dan bukan preman.
Demi mengubah status dan dapat masalah baru, aku setujui ajakan Rexi menikah. Lalu, tiba-tiba Pak Aksa, dosen yang jadi incaran waktu di kampus dulu, muncul. Dan apa? Dia mendadak perhatian dan terus berusaha mendekati.
Ajakan Rexi menikah sudah disetujui. Namun, apa gak sayang kalau dosen ganteng kayak Pak Aksa harus dihempas gitu aja?
Note: Bahasa gak baku. Ada makian.