DETAK RASA DALAM AKSARA (Revisi)

DETAK RASA DALAM AKSARA (Revisi)

  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 16, 2024
WpInfo
Poetry
>> Terus berkarya sampai karyamu jadi nyata. Kembangkan terus tulisanmu sehingga menghasilkan kepuasan untuk dirimu sendiri orang lain akan mengikuti. >> Ku hantarkan puisi ini untukmu.. Meski bukunya mulai berdebu.. Aku bertekad untuk terus menjadikanmu.. Tema dalam setiap isi dalam barisan diksiku.. Ku kenang kisah itu.. Meski semuanya sudah melebur tak seperti baru.. Disini bersama pena tuaku.. Aku akan siap melepasmu.. Untuk beribu-ribu bintang yang bersinar.. Untuk gelapnya malam tanpa hiasan awan.. Dan untuk kisah kita yang sudah terkubur.. Alam ini saksi bahwa aku harus berusaha melupakan.. Berat dan sungguh amat sulit.. Sudah seharusnya ku lakukan sejak lama.. Sebelum lukanya belum terlalu banga.. Terima kasih dan maaf atas rasa yang sering melilit.. Aku pamit.. Bantu share, vote, sama komen yah sama sekalian minta saran juga setelah tulisan ini berhasil jadi karya nyata aku pengen bisa buat karya baru, mohon dukungannya yah temen-temen. Soalnya ini tulisan pertama aku. Untuk perihal cerita novel seperti orang lain aku belum bisa skill aku masih dibawah banget. Mohon dukungannya yah, Terima kasih🌷 Happy reading📖 -🦋 -Pict by pinterest; -Judul by abang bumi langit; -Isi puisi setiap part by me;
All Rights Reserved
#17
tulisantangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Arkara [PROSES REVISI]
  • Cool Man
  • Cassandra✔✔
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • »The Love Behind Secrets!
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Jejak

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines