My Honey Hani

My Honey Hani

  • WpView
    Membaca 260
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 22, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
WARNING 21++ 🔞 Cerita ini khusus 18 tahun ke atas, bukan 18 tahun kesamping apalagi, 18 tahun kebawah. Kata tante! Jadi para bocil silakan. ⚠️ Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral. Di mana kita berjanji kepada tuhan untuk menyayangi, mencintai, menjaga dan menerima pasangan kita apa adanya. Dalam keadaan sehat mau pun sakit. Kaya mau pun miskin. Lalu apa jadinya, jika sebuah pernikahan terbentuk karena sebuah permainan. Apa ikatan itu masih bisa di sebut, sebuah pernikahan atau hanya sekedar permainan saja. " Tidak ada yang berubah tentang kita sekali pun kamu adalah lelaki pertamaku." Tegas Hani. " Setelah semua yang kita lalui. Kamu bisa dengan gampang mengatakan hal itu." Tanya lelaki itu, tak percaya dengan apa yang dia dengar. " Kenapa tidak, lagian semua ini hanya pemain dan seks itu biasa. Anggap saja kamu sedang beruntung. Selamat tinggal, terima kasih untuk pengalaman pertama yang menyenangkan semoga kita tidak bertemu lagi."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ruined Bitch
  • Sweet psycho ( END )
  • Affiliare
  • My Partner In Sex [Re-Upload]
  • Hutang Dibayar Ranjang (21+)
  • My Lecturer My Future
  • Love Affair
  • WEDDING VOWS
  • SIMALAKAMA💋

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan