Story cover for Mistake [On Going] by nura_sarahandhika
Mistake [On Going]
  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Oct 22, 2021
"Boleh aku meminta sesuatu?" kata Aksa setelah sunyi beberapa menit lalu. Aksa menggigit bibir bawahnya. Ada kobaran api nafsu pada sepasang netranya tatkala pertanyaan itu mengudara. Kedua ibu jarinya membelai lembut pipi Candra.

Debar dada gadis itu kian lama kian tak beraturan. Dilema tercipta, sehingga pertanyaan itu tidak bisa dengan cepat ia jawab. Antara 'ingin' yang didorong rasa cinta mengembara-kendati Candra tidak tau apa sebetulnya yang diinginkan Aksa, dan 'tidak ingin' karena di sudut hati kecilnya masih berpendar cahaya kesadaran pada yang Maha Melihat.

"Tap-tapi ... apa?"
"Kamu akan baik-baik saja ...." Suara lembut Aksa mengalun di telinganya.
"Aku gak mengerti, Kak-"
"Ssstt..." potong Aksa.
Kemudian entah dorongan dari mana, Candra mengangguk kecil. Aksa tersenyum simpul. 

Sore itu, di ruangan OSIS-yang hanya ada ia dan Aksa, gadis lugu itu tersesat pada jurang kemaksiatan yang lebih dalam atas dorongan sebuah rasa yang bernama cinta.

'Apakah benar ini adalah cinta?' hatinya berbisik lirih
All Rights Reserved
Sign up to add Mistake [On Going] to your library and receive updates
or
#98pertama
Content Guidelines
You may also like
ASA (Lengkap/TERBIT) by Santiirahmaa_
23 parts Complete
Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.
Love Story In Friendship [End] by LiaAmelia19_
39 parts Complete
Persahabatan~Romance~Cinta~Religi "Jika hati gua udah ada satu nama wanita, ga akan ada wanita lain yang mengisinya," ~M. Shaka Dian Arganta~ "Persahabatan sangatlah penting sekarang, dan cinta ini biarkan dia menetap karena Allah. Aku masih mencintaimu Dian, jika memiliki mu hanyalah angan-angan, setidaknya mencintaimu bukanlah sebuah angan-angan bagiku. Lagi pula cinta juga tidak harus memiliki bukan." ~Aulia Khairunnisa~ "Karena cinta sejatinya datang di hati seseorang tanpa diminta, dia datang dengan sendirinya. Cinta memang rumit, dia bisa menghancurkan segalanya. Tapi jika kita bisa mengatasinya dengan lebih baik, in syaa Allah cinta lebih indah dari segalanya." ~ Cahya Alia Putri ~ "Selama ini saya tidak pernah berhenti berjuang Lia, walaupun tidak secara terang-terangan di hadapan mu. Akan tetapi terang-terangan di hadapan sang pemilik hati mu yaitu Allah. Karena yang tulus tidak akan pernah berhenti berjuang." ~Rifaldy Abdan Al Fajri~ Ikhwan : ~Muhammad Shaka Dian Arganta ~Rifaldy Abdan Al Fajri ~Muhammad Rahma Syabani ~Raihan Al Bani ~Bagas Ramadan Akhwat : ~Aulia Khairunnisa ~Cahya Alia Putri ~Anastasya Ajah Laksani Ini adalah kisah sebuah persahabatan, yang terdapat berbagai kisah cinta di dalamnya, entah kisah itu berakhir indah atau meninggalkan luka. LOVE STORY IN FRIENDSHIP _________________🌼🌼🌼_________________ Ini cerita pertama sang author, maaf jika alurnya masih nyeleneh hehe.. Jangan lupa follow dahulu sebelum membaca, dan tinggalkan vote di setiap chapter agar sang author semakin bersemangat membuat karya🥰 Terimakasih untuk kalian ♡ 🌼 HAPPY READING 🌼 #1- Islam #3- kisah cinta #3- kata hati
Aku Mati Rasa Perihal Cinta by cahyaaa18
51 parts Complete
~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.
You may also like
Slide 1 of 9
ASA (Lengkap/TERBIT) cover
Love Story In Friendship [End] cover
Doctor's Angel cover
Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )  cover
Cinta Yang Tak Pernah Selesai cover
SETULUS CINTA SANG MUALAF cover
Aku Mati Rasa Perihal Cinta cover
(menuju) Jodoh Halalku [TAMAT] cover
SEGITIGA CINTA cover

ASA (Lengkap/TERBIT)

23 parts Complete

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.