Surat Cinta Dari Bulan

Surat Cinta Dari Bulan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 22, 2021
"Aku bulan, Aku mencintaimu. sama halnya bulan, selalu menggantung di langit memperhatikan mu dari jauh. Aku cinta kamu, marilah menari bersama. Aku cinta kamu, dan aku selalu mengawasi mu." Begitulah surat bertinta merah yg selalu muncul dimalam Sabtu pada pukul yg sama. membaca hal itu sudah pasti akan dikira hanya keisengan belaka, bagaimana kalau surat itu semakin lama semakin mengganggu hidupmu? bahkan setiap gerak-gerik mu selalu diceritakan dalam surat itu? Apa yg ada di benakmu wahai pembaca Budiman? mari baca surat selanjutnya, begini kira-kira: "Sayang, hari ini Bulan melihatmu bersama pria brengsek, saling berpelukan, makan bersama dan bahkan dia hampir mencium mu! coba tebak pria itu dimana sekarang? kupikir dia sangatlah hebat sampai berani menyentuhmu, ternyata cuma cecunguk tak berguna! setelah baca surat ini kamu buka apa isi amplopnya ya. Aku cinta kamu, selalu melihatmu. Aku cinta kamu, dan jadilah milikku." Dan penerima surat memeriksa apa isi amplop itu. Kalian tahu apa isinya? Hem, kuku Jempol kaki yg dicabut paksa dan masih berlumur darah segar. Sudah mengerti arahnya kemana? yaps, ini adalah cerita Romance-crime-dark-Fantasy dengan berlatar tahun 1847 di Benua Eurasia. Mari simak kisahnya dan terhanyut lah kalian... Aku mencintaimu, matilah kau.
All Rights Reserved
#433
crime
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Toxic Relationship
  • Psychopath Child
  • [√] Memorabilia
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • BINTANG&BULAN
  • Please Continue Protecting Me"IND" END
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Asam Asa
  • 𝐁𝐚𝐝 𝐋𝐢𝐩𝐬 [𝐑𝐄𝐕𝐈𝐒𝐈]

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines