Somewhere Written In The Stars

Somewhere Written In The Stars

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 28, 2021
Wanda memang tidak pernah betul-betul menghapus dan melupakan masa lalunya. Dia hanya mengemas itu dan menyimpannya rapi di dalam sebuah kotak dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk membukanya dan menceritakan hal itu. Bahkan jika itu adalah sebuah hal yang kurang menyenangkan. Menurut Wanda, tidak baik saja rasanya cepat melupakan sesuatu. Dia ingin menyimpan banyak hal dan banyak kenangan di memorinya sehingga nanti punya berbagai macam hal yang manis untuk diceritakan kepada anak cucu. Wanda tidak melupakan satupun hal manis yang pernah dia alami di bangku SMA. Meskipun tidak begitu banyak, hal kecil dan sederhana itu masih membekas di ingatannya sampai saat ini. Hatinya masih berat. Lalu bagaimana jika tiba-tiba saja, ada kesempatan kedua yang diberikan untuk Wanda?
All Rights Reserved
#129
flashback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are Not My Lover
  • DAANIA (END)
  • 2. Antariksa Berkelana [Completed]
  • Yang Pernah Patah
  • Born To Love You [Terbit 28 Juni 2023]
  • AlvarettAlam [Completed]
  • Heartlessly (TAMAT)
  • Beauty and the Boss
  • ALYSTER

- TERKADANG, MEMORI IRI DATANG KEMBALI - Untuk kesekian kali, lagi-lagi ayah terus membicarakan Fahmi. Seorang eksekutif muda anak dari salah satu komisaris di PT. Buana Mendata, di mana tempatku dan ayah bekerja. Bila digambarkan, Fahmi memanglah sosok anak muda yang pekerja keras, rupawan dan pintar karena salah satu lulusan universitas di Amerika. Tapi entah mengapa aku belum tertarik kepadanya. Perkenalkan, namaku Clara Wibisana, 27 tahun dan diambang perjodohan oleh ayahku sendiri. Aku sama sekali tidak menyukai cara ayah ini, hingga pada akhirnya di suatu waktu aku memarahi dan memaki ayahku sendiri karena perbuatannya yang membuatku muak. Melepas beban akan perbuatan bodohku itu, aku memutuskan untuk ikut dengan ibu pergi ke desa yang tepatnya ke rumah almarhum eyang. Ibu mempunyai tujuan sendiri, sementara aku, ya tentu saja ingin merelaksasikan diri ini dari kacau balaunya pikiranku. Beberapa hari di sini aku menemukan ketenangan dan juga kenangan, mungkin karena aku sempat tinggal di rumah Eyang ini hingga akhirnya aku pindah. Bahkan suatu memori membekas ketika perjumpaanku dengan salah satu teman masa kecilku, Wendi. Ia mengajakku untuk mengingat segala memori yang tersimpan indah di desa. Hingga akhirnya aku merasakan ada perasaan yang berbeda dariku kepada Wendi. Aku berjanji, sepulangnya aku nanti, aku akan menunjukkan Wendi kehadapan ayah. Bahwa dialah lelaki sempurna untuk hidupku kelak. * Cerita ini sudah diperbarui (31/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id

More details
WpActionLinkContent Guidelines