Let Me Go For a While

Let Me Go For a While

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak semua hal bisa diceritakan. Entah itu orang tua, sahabat, teman dekat, atau bahkan pasangan. Ada kalanya diri ini butuh tenang dalam bercerita lewat sajadah panjang yang berkolaborasi dengan air mata dan penyesalan. Ada banyak hal yang tak bisa terungkap melalui lidah yang penuh dosa. Lidah yang biasa berucap kebohongan, lidah yang biasa melukai hati orang lain, lidah yang biasa membicarakan keburukan orang lain, lalu bagaimana mungkin semua ini bisa aku ceritakan pada makhluk. Ada banyak penyesalan yang menumpuk. Orang-orang bilang, ceritakan saja jangan dipendam sendiri. Katanya bisa jadi penyakit. Tapi, satu hal yang aku yakini, malam ini aku tidak bercerita sendiri, aku tidak menyimpannya sendiri. Ada sandaran yang lebih kuat tempat aku bersandar. Ada pegangan yang selalu memberikan solusi dalam setiap kesulitan. Aku percaya, bahwa hari ini Allah tidak akan pernah melepaskan ku sendirian dalam segala kesulitan. Hari ini, aku ingin berbagi cerita bukti bahwa Allah begitu baik. Dia tidak akan melepaskan hamba-Nya dalam segala masalah selagi hamba itu masih melibatkan Allah dalam setiap masalahnya. Bahkan, dengan lumuran dosa yang begitu banyak, ia masih ingin menolong dan mengampuni.
All Rights Reserved
#8
elisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Full Of Scratches
  • Air Mata Cinta
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • TAKDIR ALYA
  • QODARULLAH

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines