Garis Takdir || End

Garis Takdir || End

  • WpView
    Reads 2,549
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
~Garis Takdir Di pertemukan dan dipisahkan oleh takdir. Tapi bisakah aku meminta pada Tuhan untuk menghapus takdir perpisahan agar kita berdua selalu bersama tanpa adanya kata menyakitkan bernama kehilangan.
All Rights Reserved
#144
pacaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • Addicted [END]
  • ALVASKA
  • Bad romance (TAHAP REVISI)
  • Rules
  • DIFFERENT [SELESAI]
  • Crazy Girl Is Leader Mafia✔✔
  • Anatasya
  • Raden

SUDAH COMPLETED YANG MEMBACA, JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN COMMENT SERTA FOLLOW AKUN INI YA. (DILARANG PLAGIAT! KARENA INI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR SENDIRI) Ini bukan kisah klise Play-boy yang bertemu dengan cewek galak, lalu pacaran. Tidak, bukan itu. Lebih tepatnya, lebih dari itu. Cerita ini menceritakan kisah seorang Play-boy yang menjabat sebagai ketua Geng Motor Arevas bernama Albares Madagaskar. Sikap kejam, dingin, nepotisme, serta mengutamakan otot dari pada otak kala merasa kesal, menghilang begitu saja setelah gadis pemberani bernama Vanilla masuk kedalam kehidupannya. Niat hati ingin memberikan Vanilla pelajaran, malah berputarbalik membuahkan perasaan. Albar jadi suka pada gadis itu. Keduanya langsung menjalin kasih setelah melewati berbagai rintangan yang harus dihadapi. Pikir Albar, semua masalah usai ketika mereka berpacaran. Nyatanya, tidak. Banyak mantan kekasih Albar, beserta musuh-musuhnya, bekerja sama untuk membuat hubungan mereka menjadi berantakan. "Kisah kita akan terus melekat. Musabab diawali dengan debat. Lalu berbuah menjadi perasaan yang lebat. Dan diakhiri dengan ukiran kisah cinta yang hebat." #1 in Vanilla (07/07/22)

More details
WpActionLinkContent Guidelines