'DEARLIY [SLOW]

'DEARLIY [SLOW]

  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., nov. 15, 2021
WpInfo
Histoires vraies
Mots-clésjakeruby
❝『Dia datang dan pergi dengan kesedihan dan banyak teka-teki, namun dia meninggalkan banyak kebahagiaan dan banyak kebaikan』❞ HARAP BACA SAMPAI BAWAH ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ⚠️!!WARNING!!⚠️ 1#mengandung kata kata kasar 2#mengandung sedikit hal sensitif 3#Sedikit mengandung bawang 4#Keuwuan (?) Apa itu keuwuan ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Thnks"-L.HS
Tous Droits Réservés
#54
ruby
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Sudut Luka Nazea
  • tetangga berisik
  • BERNARD BEAR
  • Singkat (Haruto x Rami)
  • Story You and Me
  • HARUSKAH KAU PERGI
  • Take a Breath [END] #BJPW
  • MOMMY EL
  • Datang Untuk Pergi

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu