I Will Remove Them From My Life

I Will Remove Them From My Life

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 23, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Aku dicekik sampai mati oleh suamiku yang selingkuh ketika aku meminta cerai. Ku pikir itu akan menjadi akhir dari Hidupku yang menyakitkan. "aku masih muda...?" Ketika membuka mata lagi, aku kembali menjadi seorang putri bangsawan berusia 12 tahun yang tidak memiliki kekuatan dan tidak dapat berbicara. Pamanku yang memperhatikan kesempatan untuk menelan Count. Seorang pembantu yang berani berpikir bahwa merekalah yang menjadi pemiliknya. Selanjutnya, pembantu yang mencuri barang-barang ibu? 'Aku tidak akan hidup seperti ini lagi, aku tidak bisa!' Satu kehidupan yang cukup dimanfaatkan untuk digunakan, menderita, dan mati dengan sia-sia sudah. Mereka yang membuat risiko tersiksa. "Aku akan menghapus segala sesuatu dari kemungkinan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • Elf Princess (The Final Of Story)
  • [END] Hamil dengan bayi dari sahabat suram mantan suaminya [Kelahiran Kembali]
  • ✔Tokoh pendukung perempuan dalam novel sadis melakukan serangan balik dengan
  • Kill It (On-going)
  • King's Obsession (Complete)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • The Contract
  • [END] Ck! Saya menciptakan keluarga kaya ini! [Era]

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines