Yang Tak Sempat Jadi Kita
Asha tidak pernah percaya pada hubungan tanpa nama-sampai ia mengenal Izwan. Mereka dekat, saling berbagi, saling peduli... tapi tanpa satu pun kata 'pacaran' di antara mereka. Hanya tatapan yang terlalu dalam, perhatian yang terlalu hangat, dan waktu-waktu yang terlalu nyaman untuk disebut 'teman'.
Namun ketika Izwan mulai menjauh dan akhirnya menggenggam tangan perempuan lain, Asha hanya bisa diam. Ia tak punya hak marah, apalagi menuntut. Tapi bagaimana caranya berhenti sayang jika hati belum pernah benar-benar dilepas?
Di tengah harapan yang tak kunjung padam dan kenyataan yang memukul pelan, Asha belajar satu hal: tidak semua yang terasa nyata, harus menjadi milik kita.