Reborn In a Hug
"Aku capek," ucap Gladys lirih, menatap kosong ke langit malam yang mulai menangis pelan.
Hujan turun seperti memahami isi kepalanya yang kusut. Langkah kakinya lesu, menelusuri jalan setapak menuju arah yang bahkan ia sendiri tak yakin kemana. Ia hanya ingin pergi-dari semua tuntutan, dari kegagalan, dari suara-suara yang terus memaksanya kuat.
Perlahan, ia melangkah pelan namun pasti, berniat untuk pulang. Entah ke mana arti 'pulang' itu sebenarnya.
Brukk!
Tubuhnya terhuyung, dunia mendadak gelap.
"Hah? Bayi?!"