Senyuman untuk langit

Senyuman untuk langit

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 14, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"kenapa langit tidak pernah tersenyum? "Langit hanya bisa melihat, tidak bisa bicara apa lagi tersenyum" Sedikit kutipan yang muncul di dalam cerita ini.
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reborn In a Hug
  • Adek Abang || END
  • Cerita Sandhyā
  • Little Monster
  • 12 Bujang Abah ✓
  • Dandelion [TERBIT]
  • NESTAPA [On Going]
  • LANGIT END

"Aku capek," ucap Gladys lirih, menatap kosong ke langit malam yang mulai menangis pelan. Hujan turun seperti memahami isi kepalanya yang kusut. Langkah kakinya lesu, menelusuri jalan setapak menuju arah yang bahkan ia sendiri tak yakin kemana. Ia hanya ingin pergi-dari semua tuntutan, dari kegagalan, dari suara-suara yang terus memaksanya kuat. Perlahan, ia melangkah pelan namun pasti, berniat untuk pulang. Entah ke mana arti 'pulang' itu sebenarnya. Brukk! Tubuhnya terhuyung, dunia mendadak gelap. "Hah? Bayi?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines