Dari Priscanara Untuk Egra

Dari Priscanara Untuk Egra

  • WpView
    Membaca 6
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 24, 2023
"Saya tidak menuntut apapun!,saya akan merahasiakan semua ini jadi nama keluarga dan reputasi Kak Egra tetap aman , masalah harga diri cacian dan hinaan saya akan menanggung semua konsekuensi nya, asalkan jangan pernah merebut anak saya!worth it!". Setelah mengucapkan kalimatnya perempuan berambut sebahu berkulit kuning langsat berwajah manis itu menyambar tas yang tergeletak di atas meja dan keluar dari ruang keluarga dengan suasana mencekam dan dingin ,api kemarahan terlihat membara di setiap mata anggota keluarga .Tak berapa lama kepergian perempuan itu disusul oleh laki-laki bertubuh jangkung keturunan china yang memiliki senyum sempurna. "NARA!NARAAA! BERHENTI!NARA!", laki-laki itu berlari sambil memanggil nama kekasihnya .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#131
bedaagama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Aku Masih Percaya Cinta
  • Paradise
  • Menyerah atau Bertahan?
  • GARIS LUKA

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan