Lily dan Dunianya

Lily dan Dunianya

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 25, 2021
Gadis ber sweater gelap itu sama sekali tak meminta banyak hal dari Tuhan. Gadis itu hanya ingin satu. Dia hanya ingin dihidupkan sedikit lebih lama lagi. Gadis itu ingin melihat dunia lebih lama lagi. Berboncengan bersama Mahend dan melihat kedua orang tua nya bahagia. Tapi seperti nya Tuhan punya rencana lain. Karena sekarang, gadis itu telah pergi dengan tenang. Membawa semua kenangan yang indah di dalam benaknya. Tepat di ulang tahunnya yang ke delapan belas, umur gadis itu di hentikan oleh Tuhan. Kini lagu dengan lirik semoga panjang umur itu hanyalah sebuah harapan Lily yang tak terkabulkan. Tuhan merenggut gadis itu dan memadamkan dunia aneh dan mengerikannya. Selamat tidur Lily. Hari ini dan seterusnya, kau tak perlu merasakan sakit lagi. Lily, peluklah Tuhan erat erat. Kita akan bertemu di kehidupan berikut nya.
All Rights Reserved
#95
menyakitkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laura Dan Leo
  • Pesan Terakhir dari Abang (Berhenti Permanen)
  • Diary Zofanya
  • Can we surrender? (End)
  • Love or Life
  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • Elegi Rasa : Pergi
  • ADARA [End]
  • Berkisah Untuk Berpisah (On Going)
  • LUKA!

Dalam hidup, kita disuguhkan banyak kejutan oleh semesta yang berperan banyak didalamnya. Tak jarang, kenangan pahit yang akhirnya membuat kita menaruh benci untuk sekedar menoleh melengkapi bagian cerita. Namun bukankah setelah menciptakan pahit, tuhan juga menciptakan manis? Mari selami kisahku, bersama sosok yang kukira, semesta sendiri yang memberikannya untukku. Ia Leo. Tak kuberitahu nama lengkapnya apa, nanti saja jika ceritaku dengannya benar-benar berada diujung akhir. Entahlah akhir yang seperti apa, bahagia atau malah sebaliknya. Bagiku, kami sama-sama seperti luka yang tak paham bagaimana cara menyembuhkannya. Maka itu, akan kutulis kisah ini dengan pelan tanpa buru-buru. Ia akan mengendap dan merangkak dari balik layar hidupmu. Diam-diam kelar, diam-diam usai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines