Please Save Me

Please Save Me

  • WpView
    reads 60
  • WpVote
    Stemmen 11
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, jul. 9, 2022
Aku bertekat untuk bungkam dengan semua cerita dan rahasia di dalam diamku. Malam sebelum nenekku meninggal, dia memberiku wasiat untuk tidak menceritakan cerita menyeramkan ini. Kata nenek, mereka bisa mati jika mendengar atau membaca semua cerita yang aku ketahui. Tapi, semakin lama aku mulai goyah dengan tekatku sendiri, Aku tak tahan untuk menceritakan cerita yang aku tau dan alami kepada kakekku, dan dia meninggal keesokan harinya, takdir sudah mengantarnya pulang dengan tenang. Ayah dan Ibuku meninggal karena kecelakaan saat aku meminta mereka pulang dari luar kota, karna cerita itu menguasai mimpiku yang membuatku sangat ketakutan. Tapi, mengapa itu tidak lagi terjadi. Buktinya, Sahabatku tau akan segalanya dan sampai saat ini dia masih berada di sampingku. Bahkan, setiap malam dia mengajakku bermain. Sangat melelahkan jika harus bermain bersamanya sampai tengah malam. Hmmm, ada yang janggal, aku mulai menyadari ada hal yang aneh darinya, dia tak pernah mau pulang ke rumahnya, tak tega, aku mengizinkannya untuk tinggal berdua bersamaku. Setiap jam 12 malam, saat aku sedang tertidur dia sering membisikan kata-kata ini kepadaku "Aku akan menemanimu selamanya" Aku harap, kalian jangan membaca cerita ini sendirian. Karna "Mereka" suka melihat seseorang ketakutan sendirian.
Alle rechten voorbehouden
#170
ketakutan
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Sleep With Nightmare
  • ALVIN (On Going)
  • Step Brother [#1 FHS]
  • Menjaga Monster
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • QUINZEEA ; Fake Nerd Is Devil (REVISI) #S1
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • jangan percaya seseorang

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen