Aliano
  • WpView
    Reads 3,413
  • WpVote
    Votes 604
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 2, 2022
Berawal dari pertemuan di toko buku, sampai berakhir di satu rumah. Hal itu tentu saja tak pernah terlintas di pikiran seorang Aliano sedikit pun. "Ini buku gue!" "Oke, ambil." . **** "Hah! Gak mungkin." "Itu kenyataannya." **** "Liat gak pasangan di meja sana?" "Romantis, kayaknya si cowoknya takut banget kehilangan," lanjutnya. Ilya tersenyum seraya menganggukan kepalanya. "Jangan senyum." "Kenapa?" "Senyum kamu terlalu berharga buat di tunjukin secara cuma-cuma." kalo bisa follow, kenapa enggak?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • IDOL KU TERNYATA JODOH KU [RAFAEL STRUICK] *{END}*
  • No Cerai No Pisah!
  • Cinta di Balik Jodoh
  • Klandestin- (Alexandra!)
  • A New Beginning
  • PERJODOHAN KEJUTAN (TAMAT)
  • Stay (Away)
  • MUSHKIL PYAAR (End)
  • Forgive Me My Angela

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines