Hadiah Untuk Jevano - LJN

Hadiah Untuk Jevano - LJN

  • WpView
    LECTURAS 5,232
  • WpVote
    Votos 529
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 27, 2021
"Kasih sayang yang diberi orang tua itu pasti sama rata" "Orang tua pasti tau yang terbaik untuk anak anaknya" Omong kosong. Jevano dan Jendra adalah saudara kembar. Tapi mengapa Jevano merasa dia diperlakukan beda dari Jendra? masih menjadi pertanyaan di benak Jevano, mengapa orang tuanya memberi perhatian lebih ke Jendra daripada dirinya?. "Tidak ada satupun orang yang senang di bandingkan, karena kita semua sadar bahwa setiap manusia berbeda. Tuhan memberi kemampuan sesuai takaran masing masing." Karena proses tumbuh dewasa tidak hanya sulit, tapi juga rumit. - Jevano Djuanda Gustomo Disclaimer : pict, media from pinterest etc
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kemana Arah Pulang?
  • All For Jievin [END]
  • Mistakes In The Past || Complate
  • Anak bungsu & sandal legenda (HAECHAN)
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • LOVE for the MAKNAE
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Circle Of Destiny ✓

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido