HAI, AQILLA! [On Going]

HAI, AQILLA! [On Going]

  • WpView
    Reads 25,999
  • WpVote
    Votes 5,041
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 21, 2023
Dia Aqilla, si manis dengan segala kekurangan nya. Ia tidak bisa berjalan. •𝗙𝗢𝗟𝗟𝗢𝗪 𝗗𝗨𝗟𝗨 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗕𝗔𝗖𝗔 •𝗞𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗺𝗮𝘂 𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗶, 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗶 𝗱𝘂𝗹𝘂 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 UPDATE SESUAI MOOD! - dari sekian lama aku pernah merasakan rasanya 'mencintai', aku tidak pernah merasakan yang namanya 'dicintai'. Singkat saja, perjodohan antara Sandi Erlangga dengan Aqilla Anastasya. Bagi Sandi, Aqilla itu hidupnya, Aqilla itu lukanya, Aqilla itu segalanya. Semakin Sandi menyelam ke dalam kisah Aqilla, ia semakin tau makna dari kehidupan yang sebenarnya. Sandi yang pemarah, aqilla yang manja. Sandi yang egois, aqilla yang optimis. Sandi yang pemberani, aqilla yang cengeng. Sandi yang berbuat salah, aqilla yang selalu memaafkan. Sandi yang malas belajar, aqilla yang pintar. "Baby san," "Lo yang kayak bayi, gue yang dipanggil baby." Highest rank : #1 in sandi [28/01/22] #1 in sandi [03/02/22] #3 in sandi [08/03/22] #1 in moodbooster [10/03/22] #8 in semangat [10/03/22] #7 in semangat [12/03/22] #2 in sandi [13/03/22] #4 in semangat [13/03/22] #5 in semangat [14/03/22] #4 in semangat [15/03/22] #3 in semangat [16/03/22] #1 in moodbooster [17/03/22] #2 in moodbooster [22/03/22] #3 in semangat [07/07/22] #1 in moodbooster [07/07/22] #3 in semangat [20/08/22] #1 in moodbooster [20/08/22] #1 in semangat [29/08/22] #3 in moodbooster [14/03/23] Start : 24 Januari 2022 End:
All Rights Reserved
#413
cute
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines