Renggang

Renggang

  • WpView
    Membaca 484
  • WpVote
    Vote 20
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Des 22, 2021
WpInfo
Fiksi Penggemar
Retakan terkecil pun tetap akan menjadi jarak. Apalagi terpisah dengan ber kilo-kilo meter jarak tempuh dari tempat berpijak masing-masing. Hingga perbedaan waktu dan hal lain turut mendukung jarak itu terlihat semakin jelas. Benarkah cinta tak paham dengan jarak yang memisahkan? Benarkah cinta juga yang akan mengikis jarak itu? Entahlah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#50
marvin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Jarak dan Rindu (END)
  • AIR (Ketika dua air yang berbeda arti disatukan atas nama cinta) KOMPLIT
  • Takdir Cinta di Bawah Cahaya Ramadhan [END]✓
  • Tangled Love
  • Dear My Army(END)

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan