Panggil Aku Pembunuh!

Panggil Aku Pembunuh!

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya rumah itu adalah tempat kembali pulang. Lalu, bagaimana kalau rumah adalah tempat menerima caci-maki? Bagaimana dengan petuah "ada surga di rumahmu?" Mama, come here Daddy, I'm alone 'Cause this house don't feel like home Ini kisahnya, Adhiatma. Pemuda yang selalu berpura-pura tersenyum, di saat air mata jatuh. Tentang dia yang mencari kenyamanan dengan kekerasan. "Ada satu hal yang ingin aku lakukan sejak dulu, tapi malu. Memelukmu ibu."
All Rights Reserved
#11
publisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • La Casa del Alma
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Far From Home [TERBIT]
  • Tentang Kota Ini
  • ANGEL (END)

Apakah rumah adalah tempat untuk pulang, atau justru tempat untuk menemukan diri sendiri? Ara selalu berusaha menjadi ibu yang sempurna, tapi dunia tak pernah memudahkan langkahnya. Rio, putranya, memiliki cara berpikir yang berbeda-disebut "istimewa" oleh banyak orang, tapi "cacat" di mata ayah Ara. Dalam pencariannya untuk "menyembuhkan" Rio, Ara justru menemukan lebih banyak luka dalam dirinya sendiri. Lalu ada Reigo, sosok yang pernah ia tinggalkan di masa lalu, tetapi kini muncul kembali, menemaninya di perjalanan yang tak terduga. Perjalanan yang awalnya hanya tentang mencari jalan pulang, berubah menjadi pencarian jati diri. Di tengah perjalanan itu, mereka menemukan gelak tawa di antara masalah, menemukan keluarga di antara yang tak seharusnya, dan menemukan cinta di tempat yang tak mereka duga. Tapi pertanyaannya... Seberapa jauh seseorang bisa pergi sebelum akhirnya benar-benar menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines