Panggil Aku Pembunuh!

Panggil Aku Pembunuh!

  • WpView
    LECTURI 89
  • WpVote
    Voturi 41
  • WpPart
    Capitole 9
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare mar, noi 2, 2021
Katanya rumah itu adalah tempat kembali pulang. Lalu, bagaimana kalau rumah adalah tempat menerima caci-maki? Bagaimana dengan petuah "ada surga di rumahmu?" Mama, come here Daddy, I'm alone 'Cause this house don't feel like home Ini kisahnya, Adhiatma. Pemuda yang selalu berpura-pura tersenyum, di saat air mata jatuh. Tentang dia yang mencari kenyamanan dengan kekerasan. "Ada satu hal yang ingin aku lakukan sejak dulu, tapi malu. Memelukmu ibu."
Toate drepturile rezervate
#35
publisher
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Your Home [COMPLETE]
  • Kemana Arah Pulang?
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi)
  • 𝑾𝒉𝒆𝒓𝒆 𝑰𝒔 𝑴𝒚 𝑯𝒐𝒎𝒆?
  • BROKEN : The secret of life
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Saat Semua Orang Berpaling

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut