Kerapuhan Hati

Kerapuhan Hati

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Angin malam berhembus dan menabrak anak rambutku yang terurai Setetes air mulai jatuh,langit malam mendung dan gelap sekali. Disuasana seperti ini mengingatkan tentang kejadian beberapa tahun yang silam, Setitik bekas luka yang amat menggores dihatiku. Tidak diharapkan kehadiranku di keluarga . Diberiharapan tanpa adanya kepastian oleh seseorang yang kuanggap bisa membawaku untuk menyapa kebahagiaan .Namun nyatanya hanya janji manis yang dibuat seolah-olah nyata tapi apa kenyataannya??? Inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku yang amat penuh lika-liku dan cobaan tiada berhenti.Dan yang membuatku sampai ketitik keterjatuhan sampai menemukan kebahagiaan yang sudah lama hilang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Missing Piece
  • kita dan waktu. [End]
  • Happy Is Bulshit
  • Halaman Hidupku
  • BREATHE
  • Sepucuk Rindu
  • BROKEN (COMPLITED)

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines