Anges Sans Limites

Anges Sans Limites

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
Di dunia yang rusak akibat peperangan antara manusia dan teknologi ciptaannya sendiri, harapan umat manusia telah sirna. Hanya tersisa reruntuhan peradaban dan langit yang kelam. Namun, di tengah kehancuran, Alinea, seorang ilmuwan muda yang hidupnya dipenuhi oleh kesedihan dan kelelahan, menemukan sebuah entitas misterius-Azrael, makhluk yang menyerupai malaikat dengan sayap hitam dan aura kehancuran. Azrael adalah makhluk buatan, ciptaan terakhir dari eksperimen yang gagal, yang sekarang menjadi simbol dari takdir yang tidak dapat dielakkan: akhir dari kehidupan seperti yang mereka kenal. Alinea dan Azrael terhubung oleh keputusasaan. Azrael, yang diciptakan untuk menghancurkan, menemukan bahwa ia memiliki sisa-sisa perasaan, sesuatu yang tak pernah diinginkan penciptanya. Di saat yang sama, Alinea mulai merasakan kedalaman emosi yang tak terduga ketika ia berinteraksi dengan Azrael. Ia berharap semua yang terjadi akan segera berakhir-peperangan, kehancuran, dan rasa sakit yang terus membebani hatinya. Namun, di balik kehancuran, tumbuh perasaan yang tak bisa diabaikan, perasaan yang mempertemukan keduanya dalam perjalanan untuk menemukan kedamaian yang mungkin hanya bisa ditemukan di luar batasan dunia ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Luka di Atas Janji
  • Siapa Arabell?   [Tahap Revisi]
  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Mantra Penghancur Moral
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • DI HARI KELULUSAN
  • Detective Vina
  • AETHER : Selena
  • Am I Scary?
  • Dark Angel [END]

Mengisahkan tentang Alina, seorang mahasiswa baru yang pemalu dan merasa terasing di Universitas Bintang Antariksa. Hari-hari ospeknya berubah menjadi neraka akibat perlakuan Orion, senior karismatik namun kejam, dan kelompoknya. Setiap tatapan dan ejekan Orion bagai luka yang terukir dalam benak Alina, membuatnya semakin menarik diri. Di tengah intimidasi yang terus menerpanya, satu-satunya cahaya bagi Alina adalah Lyra, sahabatnya yang ceria dan selalu ada di sisi. Namun, takdir memiliki rencana yang tak terduga. Seiring berjalannya waktu, di balik sikap dingin dan perundungannya, Orion mulai menunjukkan sisi lain dirinya kepada Alina. Ada tatapan yang tak lagi mengejek, sapaan yang tak lagi sinis, bahkan bantuan kecil yang terasa tulus. Perlahan, tanpa disadari, benih-benih perasaan aneh mulai tumbuh di hati Alina. Ia mulai melihat Orion bukan hanya sebagai sosok yang menakutkan, namun juga sebagai seseorang yang menyimpan kerapuhan. Perubahan sikap Orion membuat Alina memberanikan diri untuk membuka hatinya. Ia mulai percaya bahwa mungkin ada alasan di balik perlakuan Orion, dan mungkin, di balik topeng intimidasi itu, ada hati yang bisa ia raih. Namun, kebahagiaan Alina kembali terhempas ketika ia menyadari bahwa perhatian Orion yang tampak tertuju padanya ternyata memiliki arah yang lain. Bukan dirinya yang mampu meluluhkan hati Orion, melainkan Lyra, sahabatnya sendiri. Alina menyaksikan dengan hati hancur bagaimana Orion diam-diam menaruh perhatian pada Lyra. Senyum tulus yang dulu sempat ia kira untuknya, ternyata dipersembahkan untuk sahabatnya. Kata-kata lembut yang sempat membuatnya berharap, ternyata ditujukan pada orang lain. Alina terperangkap dalam labirin pengkhianatan dan patah hati. Dibuli oleh orang yang ia cintai, dan dikhianati oleh cinta yang bahkan belum sempat ia genggam sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines