Apa itu rasa?

Apa itu rasa?

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 3, 2021
Perjalanan hidup remaja dari sudut pandang seorang laki laki bernama Gibran Alfaro. Cuma butuh satu kata buat mendeskripsikan nih anak "kece". **** Berawal dari masuk SMA negeri terfavorit di daerah tempat tinggal kecilnya dulu, menimbulkan rasa agar terlihat lebih aktif untuk memberi secercah kenangan sebelum pindah keluar negri melanjutkan masa depannya. Tapi siapa sangka secuil kenangan membuat dirinya ragu untuk meninggalkan daerah itu. Kenangan yang memberi teka teki tentang arti rasa di kehidupan Gibran. "Gua ga yakin tentang ini,gamungkin kan gua bilang ini cinta?" tanya Gibran setelah lama termenung di tengah keramaian pengunjung cafe. "maksudnya? lu suka sama semua cewe cewe yang lu ajak kencan?" jawab lie santai setelah menyeruput kopi panas. "hehe gatau" (Btw up tiap malam Sabtu ye :v)
All Rights Reserved
#304
solidaritas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BL] Debu Kota di Tanah Rindu | ONGOING
  • My Polos Boy (TAMAT)
  • Caelus Kenjio V.E (Revisi)
  • LITTLE LIGHT [END]
  • Keira
  • 𝑮𝒂𝒍𝒆𝒏 𝑮𝒆𝒐𝒗𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂❦
  • Will Love You Always
  • Forever Friends ( End )
  • AGATHA [TERBIT]
  • As Possible

⚠︎ WARNING ⚠︎ [BOYSLOVE] ──── ୨୧ ──── Debu kota metropolitan yang selama ini menjadi saksi bisu hari-harinya, kini perlahan luntur dari sepatu Kaelen Baskara. Kepindahannya ke sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk, terasa seperti jeda dalam sebuah lagu yang terputar terlalu cepat. SMA Negeri 1 Celengan Rindu, dengan bangunan sederhana yang dikelilingi hamparan sawah hijau, kini menjadi panggung barunya. Kaelen, dengan segala kegelisahan khas remaja kota, melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah, membawa serta harapan samar akan sebuah awal yang baru. Namun, di balik hijaunya padi dan udara segar yang menusuk hidung, tak pernah ia sangka akan menemukan sesuatu yang jauh lebih memikat dari gemerlap lampu kota. Seseorang yang membuatnya menyadari bahwa ketangguhan sejati tak selalu berbalut gedung pencakar langit, melainkan terukir di bawah terik matahari desa. ──── ୨୧ ──── Note: ini fiksi ya, jangan ditiru adegan negatif nya cukup tiru adegan positif nya saja, jadilah pembaca yang bijak, happy reading guys!

More details
WpActionLinkContent Guidelines