Garis Takdir

Garis Takdir

  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 29, 2021
Dara Angelina, seorang gadis cantik yang selalu berbalut pakaian syar'i. Gadis yang dikenal orang-orang begitu periang. Namun siapa sangkat, dibalik senyumnya ia menahan rasa sakit yang teramat dalam bahkan dapat merenggut nyawanya. Meskipun begitu, ia tidak pernah putus asa karena nasehat dan dukungan dari sang ibu selalu menyertai setiap langkahnya. Masa-masa remaja, tentunya sering kali ada ujian persoalan cinta. Ya, hal itu juga sempat memporak-porandakan hati Dara. Dimana saat ia menemukan lelaki untuk di cintai, saat itu pula ia kehilangan. *** Bagaimana kisah pilu yang dilalui Dara Angelina dalam hidup? Akankah bisa sembuh? Akankah bisa mendapatkan cintanya kembali? Semoga sedikit cerita ini dapat meninggalkan pelajaran dan pengajaran untuk para pembaca🖤
Todos los derechos reservados
#1
salamwritingmarathon
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Retrouvailles
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • KAYESHA
  • DARA FOR IGMAL
  • Contritio
  • The End of Keyra's Revenge
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Broken ?

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido