Generasi

Generasi

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 10, 2022
[On going] Keynedy tidak pernah menyangka bahwa akan tiba hari di mana dia harus merubah cara hidupnya. Semuanya berawal dari insiden dua tahun lalu. Ayahnya meregang nyawa lantaran ditembus sebutir peluru di tengah gulita malam. Ibu dan adiknya menghilang begitu saja seperti ditelan bumi. Siapa yang bisa menerima hal semacam itu? Berbekal kepribadian yang kerap kali membingungkan banyak orang, Key memutuskan pergi dari kota kelahirannya demi menemukan sebuah kebenaran. Meski Key tahu betapa gila dunia nyata ini, tapi demi sebuah janji pada dirinya sendiri, dia rela mengorbankan apa pun. Bahkan, jika memang harus, dia rela mengorbankan akal sehatnya sendiri. "Kamu tidak akan pernah bisa sepenuhnya mengenaliku, karena kamu bukanlah darah yang beredar di tubuhku." ~Keynedy~ "Mengapa ada begitu banyak orang bodoh yang mendidik rasa penasarannya menjadi malaikat maut?" ~Audi Vourtsa~ Ukarasaka. Salam aksara dari ujung Sumatra.
All Rights Reserved
#345
secret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • ARKHANZA
  • Mantra Penghancur Moral
  • The Dark Side(END)
  • Crumbling Of Caste
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Siapa Pelaku Sebenarnya

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines