Generasi

Generasi

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 10, 2022
[On going] Keynedy tidak pernah menyangka bahwa akan tiba hari di mana dia harus merubah cara hidupnya. Semuanya berawal dari insiden dua tahun lalu. Ayahnya meregang nyawa lantaran ditembus sebutir peluru di tengah gulita malam. Ibu dan adiknya menghilang begitu saja seperti ditelan bumi. Siapa yang bisa menerima hal semacam itu? Berbekal kepribadian yang kerap kali membingungkan banyak orang, Key memutuskan pergi dari kota kelahirannya demi menemukan sebuah kebenaran. Meski Key tahu betapa gila dunia nyata ini, tapi demi sebuah janji pada dirinya sendiri, dia rela mengorbankan apa pun. Bahkan, jika memang harus, dia rela mengorbankan akal sehatnya sendiri. "Kamu tidak akan pernah bisa sepenuhnya mengenaliku, karena kamu bukanlah darah yang beredar di tubuhku." ~Keynedy~ "Mengapa ada begitu banyak orang bodoh yang mendidik rasa penasarannya menjadi malaikat maut?" ~Audi Vourtsa~ Ukarasaka. Salam aksara dari ujung Sumatra.
All Rights Reserved
#8
ideologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMUDRA SENJA: The Project S [End]
  • ALGENTA
  • Mansion Fourty-Four [END]
  • Night Stalkers
  • Siapa Pelaku Sebenarnya
  • Mystro {On Going}
  • LABIRIN KOSMOS

Ternyata, tangan yang meminta pertolongan itu adalah tangan yang lebih dulu berlumur darah. Seorang remaja ditemukan tewas dalam kondisi yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Banyak yang percaya itu adalah bunuh diri, tapi penyelidikan justru mengarah pada satu kenyataan, yaitu dibunuh. Senja dan Samudra, dua agen muda, ditugaskan untuk mengungkap kebenaran. Namun semakin dalam mereka menyelam, semakin gelap rahasia yang terkuak. Jejak-jejak tersembunyi, nama-nama yang tiba-tiba menghilang, dan di balik semua itu sebuah organisasi berdiri dalam bayang-bayang, tak tersentuh hukum. Mereka pikir sedang memburu kebenaran. Tapi nyatanya, merekalah yang sedang diawasi dan dikendalikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines