Story cover for Evermore by lunaspeare
Evermore
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Oct 26, 2021
"When the person who gave you the best memories, becomes a memory."

Edelweiss Armstrong tidak lebih dari seorang penulis amatir yang mendambakan karya-karya Charlotte Brontë dan William Shakespeare. Disaat itu pula dunia kecilnya harus terganggu saat River Pierre Renoir atau si Seniman Prancis Palsu menyadari keberadaannya. Mereka memulai perbincangan kecil di sebuah toko antik yang tersembunyi di balik perpustakaan kota.

"Lucu bagaimana aku tidak bisa mengingat apa yang sudah kita bicarakan, tapi itu sangat menyenangkan. Sangat menyenangkan!"

"Kau adalah buku dan halaman yang paling ku sukai adalah senyumanmu."

© lunespeare 2021
All Rights Reserved
Sign up to add Evermore to your library and receive updates
or
#773teenromance
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
You may also like
Slide 1 of 10
Scarlet Lies cover
I LOVE LOVEGOOD cover
Rosemary • Edmund Pevensie ✔ cover
When an Antagonist becomes Heroine cover
HIRAETH cover
Amsterdam Girl cover
LOVE ON YOURSELVES FOREVER cover
𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒  cover
Turning the Page of Lullaby  cover
F A K E ? [End] cover

Scarlet Lies

18 parts Complete Mature

--- Scarlet Lies Di balik senyum bahagia dan sumpah setia, ada rahasia yang mengendap dalam bayang-bayang. Harry Potter dan Hermione Granger-pahlawan dunia sihir, ikon harapan-menjalin kebohongan yang lebih gelap dari sihir hitam. Di antara malam-malam yang berbisik dan sentuhan yang tak seharusnya terjadi, mereka menciptakan dunia kecil yang hanya mereka pahami. Namun, setiap kebohongan memiliki harga, dan tidak ada mantra yang bisa menghapus dosa yang mereka ukir di hati orang-orang yang mencintai mereka. Saat kenyataan mulai retak dan kebenaran mengancam untuk terungkap, mereka harus memilih: mempertahankan kebohongan yang telah mengikat mereka atau menghadapi kehancuran yang mereka ciptakan sendiri. Karena beberapa luka tidak bisa disembuhkan. Dan beberapa cinta memang terkutuk sejak awal. All characters belong to J.K. Rowling, but the storyline, interpretation, and emotional depth are purely the author's vision. So enjoy this story guys. With Love 💙 Vivian Maxwell (@hrcrxmlfy)