Bahagia Usai Patah Hati

Bahagia Usai Patah Hati

  • WpView
    reads 202
  • WpVote
    Stemmen 3
  • WpPart
    Delen 6
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, nov. 15, 2021
Yada, seorang pemuda yang sangat setia harus menanggung patah hati begitu hebat atas kekasih hatinya, Aluna, yang membatalkan pernikahan mereka di hari jelang pernikahan. Lalu menikah dengan pria lain. Tentang lelaki setia yang pasti hati sepatah-patahnya.
Alle rechten voorbehouden
#131
shalihah
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Bidadari Senjaku
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Qiyamah Senja-completed
  • ArKa (End)
  • My CaIm✓ [HIATUS]
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • Takdir From Allah (Revisi)

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen