GELANG BAYI
  • WpView
    MGA BUMASA 13
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Nov 12, 2021
Sesampai disekolah fadlah langsung membuka jaketnya dan berjalan menuju gerbang sekolah. "permisi kak,hari ini ada pemeriksaan jadi silahkan ke pos bentar ya kak",ujar anggota osis. "baru pertama kali masuk sekolah selama 2 tahun g masuk,udh ada aja pemerikasaan,mendingan gosah sekolah aja sampai tamat,yaudah dimana pos nya",ujar fadlah "kemari kak,nanti kakak akan di perikasa sama ketua osis kami ya kak",ujar anggota osis "hmmmm",ujar fadlah. "Selanjutnya",kata ketua osis,fadlah yang mendengarnya tersebut pun maju mendekati ketua osis agar di periksa apa hari ini yg bakal diambilnya. "maaf kak,gelangnya kami ambil ya,sesuai peraturan sekolah,bahwa siswa tidak boleh mengambil perhiasan disekolah",ujar ketua osis.
All Rights Reserved
#139
kanker
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • PRETTY ICY! [END]
  • Troublemaker Falls in Love
  • Giant Baby [COMPLETED]
  • "Antara Rok Sobek dan Jas OSIS"
  • Tunanganku Tukang Ngomel, Tapi Aku Sayang (Hiatus)
  • Tanda Tangan Kakak OSIS [COMPLETED]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman