zayRA

zayRA

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Ahabbu ilaiki,ya zawjaty" Kalimat itu membuatku tertawa sekaligus berdebar kencang. Ketika dia yang tak ku sangka-sangka datang dengan segala kemisteriusan dan perhatiannya, membuatku sedikit penasaran. Namun ternyata,sudah ada perempuan lain yang telah menduduki singgasana hatinya. Membuat rasa penasaran itu hilang, bagai menguap ke atas langit. Dan siapa sangka, bunga tidurku menjadi kenyataan, dan itu membuatku kesal sendiri jadinya. Kenapa dia selalu menghantui pikiranku?
All Rights Reserved
#81
david
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • TAKDIR ALYA
  • MUSHKIL PYAAR [Completed]
  • Istri yang tak di inginkan
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Cause We are Family
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines