Moreno
  • WpView
    Leituras 145
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 15
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 20, 2022
Menyimpan perasaan sejak masih remaja, Andiesa memeta wajah lelaki yang terpaut usia jauh 11 tahun diatasnya, tidak membuat perasaannya menghilang, nama itu masih melekat dihatinya, seolah terpatri dengan sendirinya. "Moreno, my Moreno, bahkan aku merasa lebih mencintai kamu, namun aku salah..." Berawal hanya dari selalu melihatnya dari kejauhan, tanpa pernah bertatap, bertegur sapa, apa lagi berbicara seolah saling kenal, bahkan dekat. Dengan hanya melihat, dia merasa bahagia, bagaimana jika dia lakukan lebih? Akankah suatu kisah cinta terjalin? Entahlah, Andiesa tidak tau. Sampai suatu waktu, Moreno, lelaki itu memberikan balasan, yang sekalipun tidak pernah terbesit akan terjadi. Dia memberi harapan akan bahagia berlebih, yang mampu membuat hatinya meledak. Dia menjadi takut. Akankah berakhir? Benar-benar bahagia? Andiesa-Moreno
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A New Beginning
  • 🖤Rahasia diantara kita
  • MASKED MAN
  • Fierce Love
  • Secret Love Affair
  • Tubuh Ini Milikku Lagi
  • My Heart
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • Darah dan Rembulan: Kisah Cinta Vampire dan Serigala

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo