ohh shit!!! TRANSMIGRASI??

ohh shit!!! TRANSMIGRASI??

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Oct 29, 2021
" oyy bangsat maju lo semua " teriak seorang gadis dengan muka tengil tanpa merasa bersalah. Abel si gadis selenge 'an dengan tingkah abstraknya yg hobby membuat onar, tapi karna muka tengil yg malah membuat orang gemas jadi mereka tidak merasa terganggu, mereka malah menikmati apa yg akan dilakukan gadis kecil itu. Sampai pada akhirnya mereka kehilangan gadis tengil itu untuk selama nya... *** " jangan mengganggu ku,tidak kah kau dengar ha ! " teriak seorang gadis kecil. " hei adik aku hanya ingin bersama mu " ucap abang pertama " yahh kami hanya ingin menjagamu saja, kita akan bermain bersama, bukan kah itu seru" seorang lelaki berseruh dengan semangat " ula kami minta maaf apa yg terjadi padamu, kami tahu dia berharga bagi mu, tapi kami tak bisa membiarkan mu terus bersama nya" sahut lelaki ketiga " menjijikkan " sarkas ula sambil berlari keluar rumah namun... BRAKKKK.. "Princess "...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • VIA-AMARA
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Sealen
  • Sandyakala | Haechan
  • MAS JI
  • I Love You My Villianes
  • Forever Friends ( End )
  • Baby Lele (On Going)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines