We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Penantian

Penantian

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Oct 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog "Intinya, jaga hati, ya." Ucap seorang laki-laki kepada seorang perempuan yang ada dihadapannya saat itu. Perempuan itu tersenyum. Sebelum bertemu dengan laki-laki itu, ia seperti mempunyai feeling bahwa pada saat itu, laki-laki yang di hadapannya akan mengungkapkan hal yang sudah lama di pendam olehnya. "Tunggu, Jika kamu mau, Vin." Balas seorang perempuan itu. Laki - laki yang bernama Kelvin itu membalasnya dengan senyum. Laki - laki bermata sipit itu duduk sambil menatap perempuan yang ada di hadapannya. Bola matanya merekam pemandangan yang indah yang ada di hadapannya. Di pikirannya, memori lama datang berputar mengulang kejadian yang pernah dialaminya. Tentang cinta di masa sekolah, tentang pujaan hati yang ia dambakan. Banyak hal yang ia alami. Hitam dan putih, pahit dan manis. Semuanya merupakan sebuah perasaan yang susah untuk di jelaskan. Kenangan yang terlintas di pikirannya silih berganti. Ia mengingat bagaimana proses hidup yang di alaminya membawa ia sampai ke titik ini. Setelah lama duduk, sekali lagi ia memberikan senyuman kepada perempuan yang sedang duduk di hadapannya. Mereka saling bertatapan, seakan - akan mata mereka yang saling berbicara. "Maaf, baru berani untuk mengungkapkan hal ini." Bisik Kelvin. Ucapan itu di dengar dengan jelas oleh perempuan yang ada di hadapannya. "Aku juga minta maaf, belum bisa memberi kepastian yang jelas. Akan tetapi, tunggulah." Perempuan itu menyandarkan tangannya diatas meja yang ada di depannya. Roda kehidupan terus berputar dan segala sesuatu yang di alaminya selalu tumbuh dan berganti. Kelvin sadar, bahwa ia hanya perlu banyak bersyukur, karena pernah melewati semua itu dengan baik. Proses pendewasaan yang mengajarkan ia untuk memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Pengalaman yang manis maupun pahit tetaplah menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • AGGA
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • the secret of puppy S2 [lilynn]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Don't Talk About Money
  • Dosen Idaman di Balik Kampus

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines