Stars In The Past

Stars In The Past

  • WpView
    Reads 325
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 5, 2022
Bian, Boleh aku ingatkan tentang kita? Waktu pertama kali kita bertemu? Waktu dimana pertama kali kita memulai cerita? Waktu dimana ada sekat diantara kita? Waktu dimana takdir dengan egoisnya menarik kamu? Lalu waktu dimana semulanya kita bersama. Kamu boleh membaca secercik kisah manis kita, akan kutuliskan untukmu ☆kania -------- Kania mengenal lelaki dimasa lampau. Baju merah, celana biru, kulit putih, rambut hitam pekat Mata sayu tanpa lengkungan senyuman. Abian. Lelaki tampan dengan seribu satu hal yang tidak dimengerti Kania, sampai detik pertama kali saat bertemu bahkan sampai gelap mempekat, Kania masih memegang sepucuk surat. Kania, saat masanya datang di usia belia untuk menghadapi tajamnya dunia, dia datang. Selalu datang. Tapi satu hal, kesalahan ini terlalu berat dan semua ini mengharapkan ampunanmu.
All Rights Reserved
#190
bintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • You Are Mine [Terbit]
  • A Twist Of Fate
  • Semu [Completed]
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • DAVARA
  • Sour Seventeen

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines