Kebiasaanmu Menentukan Dirimu

Kebiasaanmu Menentukan Dirimu

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang khayalan menjadikan dunia ini terasa indah dan mudah untuk dilalui karena dari pikiran diri sendiri, ditambah lagi dengan kepercayaan dari hati yang menambah manisnya dunia imajinasi. Namun kelemahan diri yang menjadi penghalang untuk diri sendiri, ingin mentertawakan kelemahan itu tetapi ini diri sendiri. Apakah diri ini bisa melewati keterpurukan ini?Apakah aku bisa mengalahkan kelemahan diri sendiri?? Kenapa harus kelemahan ini yang menghalangi ku?? Sial!! JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA YAA
All Rights Reserved
#5
pastibisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Memories in Moon
  • Siapa Aku Sebenarnya?
  • The Dark Side(END)
  • I'M MARIANNE [TERBIT]
  • ALEYA~~
  • ALONE
  • DENTING  [Revisi]

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines