Story cover for Petrichor by AngelGirly03
Petrichor
  • WpView
    MGA BUMASA 168
  • WpVote
    Mga Boto 32
  • WpPart
    Mga Parte 10
  • WpView
    MGA BUMASA 168
  • WpVote
    Mga Boto 32
  • WpPart
    Mga Parte 10
Ongoing, Unang na-publish Oct 29, 2021
Serein tidak pernah tahu bahwa laki-laki yang menyakiti nya dua tahun lalu akan tiba-tiba muncul lagi di hidupnya. 

Bagaimana jika Rein tidak ingin berhubungan lagi dengan laki-laki itu dan memilih memusnahkannya dari pikirannya?

Dan bagaimana jika Gentala akan selalu menghantui hidup Rein agar setidaknya rein memaafkannya?Bahkan jika sudah dimaafkan, dia tidak akan berharap punya hubungan lagi.

Hujan, pembawa harapan dan penenang jiwa bagi seorang Rein
sebelum, Gentala datang dan menghancurkan segalanya.
All Rights Reserved
Sign up to add Petrichor to your library and receive updates
o
#623psikologi
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 8
Sunrise in Nightmare cover
Gravitasi Ara cover
Balas Dendam Mantan Pacar cover
MY FIRST LOVE (JENLISA/JENLIM) cover
The Pain We Never Said cover
Narasi patah hati cover
Luka Yang Sempurna cover
DESIDERIUM (SELESAI) cover

Sunrise in Nightmare

41 parte Kumpleto

Kiran, begitu senang karena berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah tempat kerja impiannya dan sesuai profesinya. Tapi, tiba-tiba dia harus bertemu lagi dengan seseorang di masa lalunya. Karena bertemu dengan seseorang itu, hati Kiran yang dulunya kosong, mulai terisi lagi dengan Cinta. Tapi, ternyata seseorang itu telah berubah. Dia bukanlah lagi seseorang yang seperti di masa lalu Kiran. Lantas, apa yang harus Kiran lakukan? Akankah dia pergi menjauh dari seseorang itu, atau dia kembalikan lagi perlahan seseorang itu seperti dulu? Lalu bagaimana dengan rasa yang namanya CINTA? Akankah dua orang dari masa lalu yang bertemu lagi ini merasakannya lagi? lalu, apakah ada bumbu dari jalan penyatuan mereka? "Karena cinta datang tak mengenal waktu, tempat, dan kejadian. Dia datang tidak melihat siapa, kenapa, dan mengapa. Dia hanya mengikuti arah takdir berjalan menuntunnya." - Kiran -