We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Return

Return

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Brian selalu bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Apa yang akan ku lakukan jika Aku bisa kembali ke masa lalu?" Kecantikan? Kebahagiaan? Kekayaan? Kepopuleran? Atau, kehormatan? Pada akhirnya Tuhan memberikannya kesempatan, dan secara bertahap memulai tujuan demi tujuan yang dulu tak pernah ia gapai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • Crazy Marriage
  • Puja Puji Palsu
  • The Consept's of Guard Dog [LEVIHAN'S SONS SECRET THEORY]
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Not Like The Movies
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • TIME
  • Mr. Right For Now

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines