RENJANA [ON GOING]

RENJANA [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 24, 2021
Ren·ja·na [n] : rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih) Setiap detik kita bersama Menumbuhkan benih cinta Dua insan saling mencinta Membentuk kisah penuh kasih Ku gores diksi indah Tentangmu, Tentang kita Kau muncul sebagai ilusi Namun hadir menjadi nyata Wahai engkau Renjana-ku Disinilah bersamaku Sherena menutup buku kecilnya yang berisi sajak dan puisi-puisi tentang perasaannya. Ia beranjak dari meja belajar dan bergegas tidur sebab jam menunjukkan pukul 9 malam. Tak lama dering teleponnya berbunyi. Tertulis nama Leviano disana. Tanpa banyak berpikir ia langsung mengangkat telepon tersebut. "Halo Sher, sorry ganggu malem-malem. Besok mau berangkat bareng ga?" ucap seseorang dibalik telepon tersebut. "Oke! kaya biasa yaa" ujar Sherena lantang
Todos los derechos reservados
#140
toxic
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Shadow That Fades
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • EX HUSBAND
  • Rannia√
  • Loving You
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)
  • Fragment Of Serenade (END)
  • EPIPHANY
  • ANGLOCITA  [selesai]

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido