Efloresen

Efloresen

  • WpView
    Reads 574
  • WpVote
    Votes 262
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 10, 2021
Shazy melewati hiruk pikuk kehidupan sebelum umurnya menginjak sembilan belas tahun. Melihat sisi tak terduga dari mereka yang dipandang remeh, jeritan dari seorang anak korban keambisiusan orang tuanya, privilege seseorang yang bikin iri setengah mati, hal yang ia punya tapi tak ia sadari yang ternyata itu adalah satu dari sejuta keinginan seseorang, dan banyak lagi. "Jangan banyak ngeluh dong. Mimpi gak bisa digapai kalau cuma ngeluh. Gagal itu tandanya harus lebih semangat lagi, kalau nyerah gitu aja, gimana kamu bisa tanganin kegagalan berikutnya?" tuturnya pelan, diakhir pertanyaan yang membuat Shazy jengkel setengah mati. "Kamu bisa ngomong kayak gitu karena kamu gak pernah gagal, iyakan? Masuk kampus dan jurusan impian kamu dengan mudah, bahkan kamu ngikutin ego kamu dengan embel-embel nguji kemampuan kamu dengan cara ikut tes masuk universitas lagi dan akhirnya lolos terus gak diambil. Cuma buat nguji kemampuan kamu padahal ego dan sifat sok-sokan kamu yang bikin kamu ngelakuin hal itu." Shazy mengatur napasnya setelah bentakkan itu terdengar cukup memekakkan telinga. "Jangan pernah ajarin aku tentang kegagalan, kalau kamu belum pernah ngerasain semua yang kamu usahain dengan hasil yang kamu dapetin gak pernah berpihak sama kamu!" Itu kalimat terakhir yang keluar dari mulut Shazy, sebelum ia bersumpah tidak mau bertemu dengan laki-laki itu lagi. _________ Efloresen ©2021 by levioura
All Rights Reserved
#8
diskusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • This Is My Dream
  • [END] Blind Rainbow
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • I Love You
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Let Me Love You Longer
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Secangkir Teh
  • dimana janji tersebut

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines