Efloresen

Efloresen

  • WpView
    LECTURAS 561
  • WpVote
    Votos 262
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 10, 2021
Shazy melewati hiruk pikuk kehidupan sebelum umurnya menginjak sembilan belas tahun. Melihat sisi tak terduga dari mereka yang dipandang remeh, jeritan dari seorang anak korban keambisiusan orang tuanya, privilege seseorang yang bikin iri setengah mati, hal yang ia punya tapi tak ia sadari yang ternyata itu adalah satu dari sejuta keinginan seseorang, dan banyak lagi. "Jangan banyak ngeluh dong. Mimpi gak bisa digapai kalau cuma ngeluh. Gagal itu tandanya harus lebih semangat lagi, kalau nyerah gitu aja, gimana kamu bisa tanganin kegagalan berikutnya?" tuturnya pelan, diakhir pertanyaan yang membuat Shazy jengkel setengah mati. "Kamu bisa ngomong kayak gitu karena kamu gak pernah gagal, iyakan? Masuk kampus dan jurusan impian kamu dengan mudah, bahkan kamu ngikutin ego kamu dengan embel-embel nguji kemampuan kamu dengan cara ikut tes masuk universitas lagi dan akhirnya lolos terus gak diambil. Cuma buat nguji kemampuan kamu padahal ego dan sifat sok-sokan kamu yang bikin kamu ngelakuin hal itu." Shazy mengatur napasnya setelah bentakkan itu terdengar cukup memekakkan telinga. "Jangan pernah ajarin aku tentang kegagalan, kalau kamu belum pernah ngerasain semua yang kamu usahain dengan hasil yang kamu dapetin gak pernah berpihak sama kamu!" Itu kalimat terakhir yang keluar dari mulut Shazy, sebelum ia bersumpah tidak mau bertemu dengan laki-laki itu lagi. _________ Efloresen ©2021 by levioura
Todos los derechos reservados
#112
cita
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Nayara [ TERBIT ]
  • This Is My Dream
  • Semesta Berkisah (End) | SERI 1
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Breathe
  • dimana janji tersebut
  • FIZYA

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido