SANG PEMIMPI

SANG PEMIMPI

  • WpView
    Lectures 368
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
SMA PELITA BANGSA, Di SMA ini ada seorang perempuan berasal dari keluarga yang sederhana, namun memiliki banyak impian yang sudah ia rangkai. Bercita-cita merasakan duduk di bangku kuliah kelak nanti, namun keadaan belum merestui nya. Banyak cacian maki yang melontarkan kepada nya bahwa cita-citamu akan sia-sia saja, jangan berharap lebih akan menjadi sebuah realita. Apakah perempuan ini akan pupus harapan dalam meraih cita- cita nya ? Atau sebalik nya? Yuk Ikutin terus ya alur nya dan jangan lupa share kalau bermanfaat bagi kalian, terima kasih yang sudah meluangkan waktu nya untuk membaca surat dari perempuan yang sederhana ini❤
Tous Droits Réservés
#48
arunika
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • I'm Gonna Be Selfish
  • My Favorite (From the Past to the Future)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Dear Anugraha
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Zona Delvia (End)
  • Narasi patah hati
  • Rani _ Takdir kehidupan
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Senja Yang Sunyi

Sejak hari itu, statusku di rumah berubah. Aku bukan lagi kakak-hanya seseorang yang harus mengalah, diam, dan belajar menelan diri sendiri agar orang lain merasa nyaman. Aku tumbuh dengan satu kalimat yang perlahan membungkamku : "Nggak apa-apa, kasih aja buat mereka." Aku dipuji karena sabar, dibiasakan untuk menyerah, hingga suatu hari aku sadar; yang sabar itu bukan aku-yang mati perlahan itu hatiku. Di meja makan yang penuh tawa asing, aku mulai menyadari satu hal; tak ada yang akan menyuruhku menjaga diri, kecuali aku sendiri. Jadi untuk pertama kalinya, aku memilih jadi egois. Bukan demi membalas luka siapa pun, tapi demi mengumpulkan serpihan diriku yang sudah terlalu lama kubiarkan hancur. Karena kadang, menjadi egois adalah satu-satunya cara untuk tetap hidup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu