A NIGHT WITH YOU 21+

A NIGHT WITH YOU 21+

  • WpView
    Reads 1,948
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Gina? is that you?" panggil seorang lelaki yang berdiri tidak jauh dari wanita itu "Yes, ehm. Siapa ya?" jawab wanita bernama Gina Ornaldo itu "Brian, kita sempat bertemu di Paris bulan lalu, kau tidak ingat?" balas lelaki tersebut sembari berjalan mendekati Gina "Oh, yes! ehm or no? Aku sangat minta maaf, aku benar-benar memiliki ingatan yang buruk" rutuk Gina sembari tersenyum canggung "Haha, it's okay! by the way-" "Ehm, aku harus mengangkat telfon ini" kata Gina sembari menunjuk handphonenya yang berdering, Gina mengangkat telfon tersebut sembari membalikan badannya "Maaf, tadi kau ingin bicara apa?" tanya Gina setelah mematikan sambungan telfonnya "No, nanti saja. Aku rasa kau harus pergi sekarang Ms. Ornaldo" kata Brian sembari tersenyum "Oh? ya. Thankyou, sampai jumpa lain waktu Brian" kata Gina yang memang sudah ditunggu oleh clientnya "Padahal aku ingin bilang, aku merindukan tubuhmu"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Win You (21+)
  • SUGAR Daddy
  • Bintang Pantura vs Mr. Arrogant
  • Under His Control [ END]
  • sex-crazed woman {END}
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Ellard Dark Story
  • Black Side Bianca 18++

⚠️ 21+ sesuaikan usia kamu sebelum membaca tulisanku yang pasti bukan untuk anak remaja apa lagi anak kecil. "Vanilla, kau tahu apa yang kau lakukan?" "Tentu saja aku tahu." Ia menggesekkan area sensitifnya di benda berotot milik Nick. Bibirnya mengulas senyum penuh kemenangan yang terkesan jail. "Jangan salahkan aku jika... argh!" Nick menggeram, putus asa. "Fuck off!" "Jika apa?" "Jika benda itu tidak sengaja masuk, kau tahu itu risikonya, Vanilla," geram Nick jengkel karena Vanilla semakin menggodanya. Gadis itu terasa lembut, licin, dan hangat, Nick bisa merasakannya. Vanilla semakin menggoda Nick, menggesekkannya dengan lembut sambil mengerang dan menciumi sudut bibir bibir Nick berulang-ulang. "Nick... aku... sepertinya berubah pikiran." Nick mengatur napasnya. "Vanilla, jika kau terus bergerak ada kemungkinan benda itu akan tersesat masuk ke dalam." "Dia tidak akan tersesat kecuali kau menuntunnya." "Vanilla, it's not fucking jokes." Instagram @cherry.blossom0311 Facebook : Sakura Hikaru

More details
WpActionLinkContent Guidelines