You're Are My Everithing

You're Are My Everithing

  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 18, 2015
Dia itu Aneh, dia itu lucu, Tapi dia itu juga nyebelin.tingkahnya yang unik dan galak, bikin gue makin Gemes sama dia. Intinya gue takjub sama Dia, Tapi apa hanya sekedar Takjub? Gue rasa Lebih. -Alferaldo zaymile- Dia itu ngeselim banget, mukanya pingin gue Bejek-bejek, kata temen-temen. Dia itu tukang PHP, huh tapi dia slalu ada di kehidupan gue, slala ada sa'at gue susah. Slalu ada juga sa'at gue Bahagia, mungkin ini hanya perasa'an gue aja kali -Liana Hizzany-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • guru yang menyukai murid
  • LOVE STORY QIANARRA
  • My Bad Boy Friend
  • BK VS BAD GIRL {END} ✓
  • Because I'm Stupid (End)
  • "JANE & ALEN"
  • Minus A
  • AILAH(END)✅
  • Why Did Everyone Avoiding Me?
  • Terjebak friendzone

Bab 1 - Guru Baru Bernama Arga SMA Nirwana kedatangan guru baru Bahasa Indonesia: Arga Mahendra, pria 28 tahun, berwajah tenang dan penuh wibawa. Meski belum menikah, sikapnya dewasa dan penuh pengertian, membuat banyak siswa segan namun penasaran. Di kelas XII-3, seorang siswi bernama Tara Kirana dikenal bandel, tapi cerdas. Hobinya menulis puisi satir dan mengganggu guru. Namun saat bertemu Pak Arga, ia menemukan lawan yang tak mudah dipatahkan. --- Bab 2 - Esai yang Membuka Luka Dalam tugas ujian akhir semester, Tara menulis esai berjudul: "Guru yang Tak Pernah Tahu Aku Sedang Jatuh Cinta." Arga membacanya larut malam. Kalimat-kalimatnya tajam dan jujur. Ia tak tahu harus tersenyum atau khawatir. > "Kau tahu rasanya mencintai seseorang yang bahkan tak boleh kau tatap lebih lama dari lima detik?" Bab 3 - Kopi, Kelas, dan Kode Diam Kedekatan perlahan tumbuh. Tara mulai sering membantu di perpustakaan, hanya agar bisa melihat Arga lebih lama. Arga mulai gelisah, tapi tak bisa mengusir Tara. Mereka berbicara tentang sastra, tentang kehidupan, dan tentang kehilangan. Namun semua masih dalam batas guru-murid... sejauh mungkin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines