Retalitation: Reason to Hate

Retalitation: Reason to Hate

  • WpView
    Membaca 19
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 5, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Buat apa gue nerima lo?" Reaksi yang didapat Fredella benar-benar diluar dugaannya. Gadis itu hanya terdiam seribu bahasa. Ia tak menyangka ucapan itu keluar dengan entengnya melalui ucapan laki-laki yang disukainya. "Asal lo tau, lo jauh dibawah standar gue." imbuh Aileen. Kejadian 8 tahun yang lalu masih membekas diingatan wanita yang kini berusia 25 tahun. Fredella berusaha melupakan ingatan itu selama bertahun-tahun. Kini ia mulai bisa melupakan apa yang terjadi 8 tahun yang lalu. Sampai akhirnya ia dipertemukan lagi dengan Aileen melalui acara reuni yang diadakan angkatannya. Namun, kali ini berbalik. Aileen jatuh cinta dengan Fredella. Wanita yang 8 tahun lalu ditolaknya dengan kalimat yang ia ucapkan. Dan tentu saja ia harus menghadapi penyesalannya atas apa yang dilakukannya 8 tahun lalu. Disclaimer: -) Saya masih pemula dalam membuat cerita, saran sangat membantu. -) Vote dan komentar dari pembaca sangat berarti bagi saya. -) Slow update dikarenakan banyaknya tugas sekolah. Saya akan usahakan untuk mengupdate cerita ini. -) Cerita ini mengandung Angst.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#545
past
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PUTARAN TERAKHIR WAKTU
  • Traces in the Light
  • LDR
  • Bara [REVISI]
  • East sky first love
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Berharap Denganmu
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]

★*☆♪ Sinopsis ★*☆♪ "Apa yang ingin Anda tebus?" "Kalau seandainya... semua itu tidak mungkin? Anda tidak bisa kembali. Tidak bisa bertemu Aeris lagi. Apa yang tersisa dari Anda?" Leonhardt Glen menatap lurus ke depan. Bukan emosi yang tampak di wajahnya-melainkan kehampaan yang menyeramkan. "Kalau Aeris tidak ada... maka saya pun tidak ada." --- Setelah kematian istrinya, Leon tidak menangis. Tidak marah. Tidak bicara soal duka. Ia hanya mulai mengatur dua piring makan di meja. Menjawab percakapan yang tak ada. Mereka menyebutnya gangguan delusi. Tapi bagi Leon, itu satu-satunya cara bertahan hidup. Dan ketika sebuah artefak tua memberinya kesempatan untuk memutar waktu, ia tidak bertanya. Tidak ragu. Ia hanya berkata: "Biarkan aku mengulangnya. Biarkan aku melihatnya sebelum aku terlalu terlambat." Tapi waktu tidak pernah mengulang dengan cara yang sama. Di kehidupan kedua ini, Aeris hidup kembali. Dan hanya dia yang mengingat segalanya. Sedangkan Leon, kembali sebagai anak sepuluh tahun- tanpa kenangan, tanpa luka. Tapi bahkan dalam ketidaktahuannya, ada sesuatu tentang gadis itu yang selalu membuatnya ingin diam lebih lama. Dan ketika mata mereka bertemu, hatinya bergetar untuk alasan yang belum ia pahami... ...dan mungkin, belum siap ia tanggung. . . . [Note Penting dari Penulis] !!! Cerita ini masih dalam tahap penyusunan awal dan belum mengalami proses editing penuh. Judul, cover, sinopsis, dan bab akan mengalami revisi seiring waktu. Saya gunakan Wattpad sebagai media bantu untuk menata alur dan semangat menulis. Mohon maaf jika ada kekurangan. Versi final akan di-update saat naskah lengkap. Terima kasih sudah mampir!🥰 . . . [Disclaimer & Peringatan Hak Cipta] ‼️ ig : hella_W Tolong jangan disalin, dijiplak, atau diterbitkan ulang di platform mana pun tanpa izin. AKU GAK MAIN - MAIN SOAL PLAGIARISME‼️ Hormati penulis, seperti kamu mau tulisanmu dihormati juga. Terima kasih udah baca secara jujur. 🥰🥰

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan