Dinikahi Siluman Ular

Dinikahi Siluman Ular

  • WpView
    Reads 27,133
  • WpVote
    Votes 872
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 12, 2024
'Dasar mesum! Aku bahkan gak pernah mikir ngasih keperawanan aku sama, Om!' umpat Aruna jengkel. Bola mata Dewandaru membulat dengan umpatan Aruna. Pipinya memerah padam. Bahkan matanya berwarna merah menyala. "Tidak berniat memberikannya padaku? Lalu pada siapa kamu berniat memberikannya?" tanya Dewandaru kesal dan tersinggung. 'Ya pada orang yang aku cintai, Om!' balas Aruna. Meski bibirnya bahkan tak bergerak dalam berucap, tapi Dewandaru dapat dengan jelas mendengar isi hati Aruna. "Orang yang kamu cintai? Lalu aku siapa bagimu, istriku!?" sungutnya setengah murka. Meski sekuat tenaga Dewandaru menahan amarahnya, tak ingin mengotori malam pertamanya dengan amarah. 'Siapa om, bagi aku? Mana aku tau! Yang jelas, om bukan orang yang aku cintai!' jawab Aruna blak-blakan. Komunikasi keduanya cukup lancar meski jawaban yang diberikan oleh Aruna melalui umpatan batinnya. Rasa kesal dengan jawaban Aruna benar-benar naik ke ubun-ubun Pangeran Dewandaru. Dengan berang, Dewandaru pun membuka kasar pakaian adat pengantin yang dikenakan oleh Aruna. "Akhhh!" jerit Aruna berteriak dengan suara keras dan lantang. Ia benar-benar ketakutan dengan aksi Pangeran Dewandaru yang melucuti pakaiannya satu persatu secara paksa. Mata Aruna terbuka seraya tubuhnya refleks terbangun dari ranjangnya. Gadis itu mengerjap lalu melihat ke arah tubuhnya. Utuh. Aruna saat ini tengah memakai baju tidur yang lengkap, yang semalam dikenakannya. "Syukurlah cuma mimpi!" ucapnya pada diri sendiri. Ia pun bergegas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Namun matanya hampir saja melompat dari kelopaknya saat dirinya melihat sebuah cincin pernikahan yang tersemat melingkar di jari manisnya. DEWANDARU. Cincin itu mengukir sebuah nama yang ia dengar dari seorang pria yang mengenalkan nama di mimpinya. Untuk beberapa saat gadis itu menahan napasnya beberapa detik. Tubuhnya kaku. Bukankah semalam hanya mimpi? Garut perbatasan, 30 Oktober 2021 By Juwita Abdillah
All Rights Reserved
#8
terpaksanikah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • syanin
  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Surat Undangan dari Orang yang Kucinta (Sedang Revisi)
  • Semesta dan Arunika
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • VALUNA( ON GOING)
  • Darsa (END)
  • Not A Simple Love (TELAH TERBIT)
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Bocah Resek Jodoh Bu Guru
  • Regret [Complete]
  • Notifikasi Cinta (Tamat)
  • No Cerai No Pisah!
  • Ayo Nikah! (End)
  • tentang sebuah rasa
  • Married For Stimulate
  • Sailing With You [END]

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines