
Ini semua memang salah, awal dari alasannya sungguh tidak bisa diterima oleh siapapun, ia menyadari itu. Jika ada seseorang yang berkata ia jahat ia akan mengakui itu, benar dia memang jahat hingga melukai seseorang yang sudah terluka. Kebodohan yang tidak disengaja yang membuatnya semakin kehilangan seseorang yang berarti untuknya saat ini, bagaimana bisa ia mengembalikan semuanya? Tentu tidak dengan bantuan mesin waktu doraemon karena ini bukan dunia fiksi. Yang harus ia lakukan hanya berjuang, untuk mendapatkan sosok baik hati yang telah ia sakiti sangat dalam, bernama Renggani Sewindu Pratiwi. " Windu... bukan gitu maksudnya " ucapnya dengan air mata yang sudah tak bisa ia tahan dari awal. " Yang kamu mau bukan aku Kak, tapi kak Senja. Dia udah balik lagi ke kamu, apalagi yang kamu tunggu? " Gafiki menggeleng, tidak menyetujui apa yang diucapkan oleh Rengga, itu tidak benar. Tidak, sekarang tidak seperti itu. " Windu, aku mohon... " " Dari awal juga aku cuma sebagai pengganti kak Senja dimata kamu, sampai kapanpun akan seperti itu kan? Udah yah, kak Senja udah nungguin kamu " potong Rengga, mengusap punggung tangan yang menggenggam tangan kirinya itu. Dilihatnya Senja yang melihat kearahnya dengan tatapan yang tidak bisa ia sebut apa itu, yang ia tahu Senja pulang untuk bertemu dengan Gafiki. " Kamu udah nemu apa yang kamu mau, dan tugas aku udah selesai... aku pergi yah " tak bisa ditahan lebih lama, air matanya pun ikut turun disana. Untuk kesekian kalinya ia merasakan sakit seperti ini? Hanya di perlakukan sebagai figuran bahkan dirinya merasa menjadi tokoh pembantu dalam kehidupannya sendiri, lucu bukan? " Win- " Rengga, cukup Rengga aja " potong Rengga sebelum Gafiki menyebut nama penuh luka itu. " Aku pergi yah Kak, semoga bahagia selalu " Tangisan Gafiki pecah disana, benar-benar pecah tidak memperdulikan sekitar, yang ia mau hanya Windu.. Sewindu miliknya. - HAPPY READING - -cwnyMYG.All Rights Reserved
1 part