20-20
  • WpView
    Membaca 1,740
  • WpVote
    Vote 137
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 18, 2023
Mimpi Meli Wijaya untuk membawa pulang Piala Uber harus pupus karena cedera lutut yang cukup parah di babak final. Bukan hanya harus absen dari banyak turnamen bulu tangkis, nasibnya di tim nasional bisa saja terancam. Trauma akan kejadian menyakitkan pun membuat tekad untuk berjuang seimbang dengan keinginan untuk menyerah. Namun, atlet berumur tujuh belas tahun itu beruntung karena dikelilingi orang-orang yang siap membantunya. Dengan 'melarikan diri' dari Jakarta dan memori kelamnya, ia mencoba untuk memulihkan fisik dan mental di rumah sang nenek di pedesaan. Perjalanan Wijaya muda itu akan ditemani Cahyo, anak pemilik toserba di desa yang jago bermain bulu tangkis, tetapi tidak dibolehkan untuk menjadi atlet; Sarah, fisioterapis tim nasional sekaligus Bibi galak yang sangat menyayangi keponakannya; Dika, kakak lelakinya yang konyol dan merupakan atlet ganda putra unggulan; dan sosok-sosok lainnya. Kalau begini, akan kah Meli bisa kembali turun ke lapangan pertandingan lagi? ©origyumi 2021 ______ Cerita ini diikutsertakan dalam tantangan menulis yang diadakan oleh @letsfixlitclub bersama kawan-kawan kece dari LFLC batch 1. (Cek reading list "LFLC 1 yo." di akun origyumi untuk cerita lainnya)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#238
booseungkwan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • It's Always Been You✔️
  • Semesta Berkisah (End) | SERI 1
  • LUKKA (MYG)
  • Psychopath vs Indigo (TERBIT)✔
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Rainbow Mist ✔️
  • When I'am Loving You [On Going]
  • Gue Jadi Selir Agung? (Tamat) Belum Direvisi.
  • Replaced With Happiness

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan