Hug Every Happiness

Hug Every Happiness

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 30, 2023
Izinkan aku menulis tentang dirimu untuk yang terakhir kali ya. Setelah itu, terserah kamu mau kemana aku tidak peduli. Kamu sendiri juga tahu, yang aku bisa cuma merangkai kata. Walau terkadang seringkali membuatmu ingin muntah saking buruknya. Sebelum ku lanjut, mula mula aku akan memberitahu mu. Bahwa aku sendiri tidak tahu kapan pastinya tulisan ini akan rampung. Tapi aku berjanji akan menyelesaikan nya. Karena aku tahu, kamu sudah terlalu lama menetap di diriku dan satu satunya cara membuat mu beranjak adalah, dengan memindahkan mu. Memindahkan mu dari sebuah ketiadaan, kan ku sekap dalam sebuah ruang tulisan. Dan aku rasa ini adalah tempatnya.
All Rights Reserved
#119
hug
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Sekali Lagi (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Mahligai Sunyi
  • flashback~

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines