TENTANG RASA

TENTANG RASA

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kata orang diriku itu kaku dan tidak memikirkan orang lain. Memangnya mereka apa memikirkan diriku? hidup itu sekarang bergantung dengan harta semua dapat di beli kecuali nyawa. Entah diriku yang tidak menyukai uang apa mereka yang terlalu serakah dengan materi sampai-sampai lupa mati tidak di balut dengan uang tetapi kain kafan.
All Rights Reserved
#115
tentangrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hear (Completed)
  • LUNA2
  • Love at different times
  • Almost (COMPLETE)
  • OBSD 🔞 [END]
  • Ada Apa Dengan Cinta
  • Hate : A Secret (2)
  • ARA [COMPLETED]✔️
  • Bien joué, Kirari!
  • obsesi seorang mantan pacar

"Menurut lo, kehidupan itu apa?" Kepalaku sukses menoleh lagi ke arahnya, oke ini sangat random. Seorang laki-laki yang baru ku kenal, duduk di sampingku, kemudian menanyakan tentang sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sama sekali. "Hidup itu ketika kita bisa menghargai satu sama lain, peduli dan berbagi," jawabku sedikit ragu. "Dan ketika lo ngerasa nggak dihargai apa menurut lo, tetap bisa dianggap hidup?" Aku sedikit bingung. Namun aku akhirnya menganggukkan kepala. "Bagaimanapun kalau Tuhan belum jemput kita untuk pulang, mau sekeras apapun hidup ini, kita harus tetap hidup kan?" "Lelah sama hidup ini nggak?" ujarnya kembali menoleh. "Lelah, sakit, capek. Rasanya pengen mati aja," sahutku ikut menoleh ke arahnya. "Tapi, kalau kita ngeluh bukannya beban kita justru semakin bertambah? Dan kita malah jadi nggak bersyukur sama hidup yang udah Tuhan kasih."

More details
WpActionLinkContent Guidelines