Dirgantara International School, nama Bryan Dirgantara selalu identik dengan kesempurnaan. Ketua OSIS. Kapten basket. Pewaris D Corps. Dan murid yang hidupnya seolah tidak pernah berantakan. Berbeda dengan Aulya Abygail, siswi kelas sebelas yang lebih sibuk bertahan hidup dibanding menikmati masa SMA-nya. Datang terlambat hampir setiap pagi membuat Aulya harus terus berurusan dengan Bryan-cowok yang paling ia hindari sekaligus paling sulit diabaikan. Bagi Aulya, Bryan hanyalah anak privilege yang terlalu mudah mengatur hidup orang lain. Sedangkan bagi Bryan... Aulya adalah satu-satunya orang yang tidak pernah berusaha menyenangkannya. Namun semakin sering dipaksa bersama, semakin banyak hal yang mulai berubah. Tatapan. Perhatian kecil. Rasa cemburu yang datang terlalu cepat. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup Bryan Dirgantara, ada seseorang yang tidak bisa ia kendalikan. "Kalau gue gak peduli sama lo, gue gak bakal terus ada di sini, Aulya." Sebuah kisah tentang ego, ambisi, dan cinta pertama yang tumbuh di antara dua orang yang sama-sama keras kepala.
More details