The Second Cinderella

The Second Cinderella

  • WpView
    Reads 413
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Memimpikan kehidupan yang indah bak Cinderella adalah hal yang umum terjadi pada perempuan. Itulah angan-anganku sejak kecil. Aku sudah lelah hidup bersama keluarga yang menganggapku sebagai budak. Kesempatan untuk mewujudkan angan-anganku datang saat Ether, sang Putra Mahkota, menggelar Pesta Pertama untuk mencari kandidat Putri Mahkota. Aku yang tidak memiliki apa-apa, tidak dapat berbuat banyak. Akan tetapi, keberuntungan berpihak padaku. Aku menemukan buku pemanggil Iblis, dan meminta diberikan kesempatan untuk mendekati Putra Mahkota. Semua itu kulakukan demi mengubah hidupku. Kejadian yang kualami selanjutnya pun berjalan seperti kisah Cinderella. Namun, Kakak Kembar yang sudah lama hilang, tiba-tiba muncul dan merebut sepatu kacaku di langkah terakhir menuju hidup baru. Haruskah aku mengorbankan kemanusiaanku demi merebut kembali sepatu kaca itu?
All Rights Reserved
#28
cinderella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • FUCHSIA" : After Becoming a Lady [ON-GO]
  • The Darkness After Make A Wish
  • The Fate Of My Life (END)
  • Red Shoes [END]
  • How to Wake Your Prince Charming
  • The Sweet Alpha Prince Loves Me So Much(DROP)
  • Shadowglass Covenant [TERBIT]
  • ASRAR [TERBIT]

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines